1.Sosok Direktur Lokataru Kisah Profesional dan Aktivisme
Divisi Meulaboh – Sosok Direktur Lokataru adalah Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, organisasi independen berbasis di Jakarta yang fokus pada advokasi hak asasi manusia (HAM), demokrasi, dan akuntabilitas publik Ia menempuh pendidikan tinggi yang mumpuni: Sarjana Hukum dan Magister Hukum dari Universitas Tarumanagara, serta Magister Ilmu Politik dari UPN Veteran Jakarta
Jejak kariernya dalam advokasi HAM dimulai sebagai Research Assistant di Lokataru dan Hakasasi.id (2019–2021), serta sebagai Program Assistant di KontraS (2022–2023) serta peneliti di Haris Azhar Law Office Ia juga dikenal produktif menulis, termasuk artikel opini dalam Malay Mail pada Juli 2025 Pada 2024, Delpedro resmi menjadi Direktur Lokataru
2. Tuduhan Penghasutan dan Penangkapan
Pada Senin malam, 1 September 2025, Delpedro ditangkap paksa oleh aparat Polda Metro Jaya tanpa surat panggilan atau proses pemeriksaan terlebih dahulu, yang menurut Lokataru dinilai melanggar prosedur hukum (KUHAP) dan hak demokrasi Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan menghasut massa, termasuk pelajar, dalam aksi yang berujung anarkis di sejumlah titik di Jakarta
Polda Metro Jaya menyebut bahwa akun Instagram yang dikelola Delpedro, sebagai admin resmi akun Lokataru Foundation, memiliki afiliasi dengan akun ‘Blok Politik Pelajar’, yang diduga menyebarkan ajakan provokatif, termasuk instruksi membuat bom molotov
Baca Juga: Israel Jaga Ketat Netanyahu dan Menhan Katz setelah Ancaman Balas Dendam dari Houthi
3.Sosok Direktur Lokataru Respons Kritis dari Lokataru dan Advokat HAM
Tim Advokasi Lokataru mengecam penangkapan tersebut sebagai kriminalisasi terhadap hak berpendapat dan kebebasan sipil. Mereka menyatakan penangkapan ini adalah upaya membungkam kritik dan menegaskan bahwa Delpedro selama ini menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah sesuai nilai demokrasi dan HAM
Sikap serupa juga disampaikan oleh masyarakat sipil yang menyoroti penangkapan sebagai kontra-produktif bagi demokrasi
4. Sosok Direktur Lokataru Persepsi Publik dan Implikasi Lebih Luas
Tuduhan terhadap Delpedro menyentuh wacana luas seputar batas antara pengawasan kritis dan pemicu ketidakstabilan. Sebagai aktivis muda dengan rekam jejak di berbagai organisasi HAM, tuduhan ini juga memperkuat perdebatan soal cara negara menanggapi ruang kritik—apakah dengan dialog atau penindakan.
Kritikus menyuarakan kekhawatiran bahwa penangkapan seperti ini bisa melemahkan peran civil society dalam demokrasi.
5. Tabel Ringkasan Kasus
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Sosok | Delpedro Marhaen – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation |
| Latar Pendidikan & Aktivisme | S1 Hukum, S2 Hukum, S2 Politik; karier dalam advokasi HAM |
| Status Hukum Saat Ini | Ditangkap paksa, ditetapkan tersangka atas tuduhan penghasutan aksi |
| Tuduhan Utama | Menghasut demo anarkis yang libatkan pelajar, menyebarkan konten provokatif |
| Kontroversi Prosedural | Penangkapan tanpa panggilan/pemeriksaan awal dianggap melanggar KUHAP |
| Tanggapan Lokataru | Penangkapan represif, kriminalisasi hak berpendapat |
| Isu Demokrasi | Menimbulkan kekhawatiran dinding ruang kritis dan perlindungan sipil |






