Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Makan Singkong Sambil Bantu Pelintas Cara Anak Muda Gosong Telaga Barat Bangkit dari Banjir Singkil

Makan Singkong
Skintific

Makan Singkong Sambil Bantu Pelintas: Cara Anak Muda Gosong Telaga Barat Bangkit dari Banjir Singkil

Divisi Meulaboh – Makan Singkong Di tengah lumpur dan sisa-sisa banjir yang masih membekas, para anak muda dari Desa Gosong Telaga Barat menunjukkan ketangguhan dan solidaritas luar biasa. Dengan segala keterbatasan, mereka membantu warga yang melintas di jalan desa—mulai dari mendorong sepeda motor yang terjebak hingga mengangkat barang bawaan—sambil menikmati singkong rebus sebagai bekal sederhana untuk bertahan.

Singkong Rebus Jadi Teman Setia Relawan Muda

Ketika banjir merendam sebagian besar wilayah Aceh Singkil, akses jalan menjadi penuh lumpur dan sulit dilalui. Para pemuda Gosong Telaga Barat memilih tidak tinggal diam. Mereka berdiri di titik-titik jalur licin dan rusak untuk membantu pelintas melewatinya.

Skintific

Tanpa makanan mewah, mereka hanya berbekal singkong rebus yang dimasak sederhana di rumah warga. “Yang penting bisa bantu orang lewat. Singkong cukup buat kami bertahan,” ujar salah satu pemuda dengan senyum lelah namun tulus.

Singkong itu dibagikan secara bergantian, sebagai energi cepat untuk melanjutkan aktivitas membantu dari pagi hingga menjelang malam.Terdampak Banjir, SPPG di Aceh Ganti MBG dengan Menu Lokal dan Masak Pakai  Briket Batu Bara

Baca Juga: Mahalnya Air Bersih di Muara Angke Warga Bisa Habiskan hingga Rp 1 Juta per Bulan

Banjir Surut, Semangat Gotong Royong Tidak Surut

Meskipun air telah banyak menyusut, kondisi jalan masih memprihatinkan. Lumpur tebal, pohon tumbang, dan lubang besar membuat kendaraan sering tersangkut. Para pemuda inilah yang pertama turun tangan, bahkan sebelum alat berat datang.

Warga dari desa lain yang melintas mengaku sangat terbantu. “Kalau tidak ada mereka, motor kami tidak mungkin bisa lewat,” kata seorang pelintas yang hendak menuju pasar.

Dari Tangan Kosong Menjadi Garda Depan Desa

Tanpa organisasi resmi, tanpa rompi relawan, tanpa peralatan lengkap—mereka hanya menggunakan sekop, papan, dan tenaga seadanya. Aksi ini bermula spontan, tetapi kemudian menjadi gerakan kemanusiaan kecil yang menginspirasi warga lain.

Beberapa orang tua desa menyediakan air minum, kopi, dan singkong panas untuk menjaga kekuatan para pemuda tersebut. Kebersamaan ini menciptakan suasana yang menyentuh di tengah bencana.

Makan Singkong Pemuda Jadi Simbol Kebangkitan Pascabencana

Para tokoh desa menyebut bahwa apa yang dilakukan anak-anak muda Gosong Telaga Barat adalah contoh nyata bahwa kebangkitan dari bencana bukan hanya soal bantuan pemerintah atau lembaga, tetapi juga soal inisiatif warga itu sendiri.

“Mereka menunjukkan bahwa semangat muda bisa menjadi energi besar untuk pemulihan desa,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Harapan Akan Pemulihan Lebih Cepat

Dengan gotong royong yang terus berlangsung, warga berharap kondisi jalan bisa segera pulih total, terutama setelah alat berat dan bantuan teknis dari pemerintah tiba. Namun bagi anak-anak muda Gosong Telaga Barat, mereka akan terus berada di jalur itu, membantu pelintas, sambil menikmati singkong rebus sederhana sebagai simbol ketangguhan desa.

Skintific