Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Mahalnya Air Bersih di Muara Angke Warga Bisa Habiskan hingga Rp 1 Juta per Bulan

Skintific

Mahalnya Air Bersih di Muara Angke, Warga Bisa Habiskan Hingga Rp 1 Juta per Bulan

Divisi Meulaboh – Mahalnya Air Bersih Warga Muara Angke, Jakarta Utara, kembali mengeluhkan sulit dan mahalnya akses air bersih di kawasan pesisir tersebut. Kondisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini membuat banyak keluarga harus mengeluarkan biaya sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan air harian, bahkan mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per bulan.

Air Sumur Payau, Warga Bergantung pada Pedagang Air Keliling

Sebagai kawasan pesisir, sebagian besar sumur warga di Muara Angke mengeluarkan air payau yang tak layak untuk kebutuhan rumah tangga. Air sumur hanya bisa digunakan untuk mandi atau mencuci, bahkan beberapa titik tidak bisa dimanfaatkan sama sekali karena kandungan garamnya terlalu tinggi.

Skintific

Karena itu, banyak warga sangat bergantung pada pedagang air bersih keliling. Mereka membawa air menggunakan gerobak, drum, hingga truk kecil, lalu menjualnya langsung dari rumah ke rumah.

Harga air yang dijual bervariasi mulai dari:

Rp 5.000 – Rp 7.000 per jeriken 20 liter,

Rp 12.000 – Rp 15.000 per galon 25 liter,

Bahkan ada yang menjual Rp 200.000 per tangki untuk satu bak mandi besar.

Dengan kebutuhan keluarga yang bisa mencapai 15–20 jeriken per minggu, total biaya air bisa membengkak hingga ratusan ribu rupiah per bulan.Berita Terkini Harian Mahalnya Air Bersih Di Muara Angke Terbaru Hari Ini -  Kompas.com

Baca Juga: Harta Kekayaan Ali Imam Dirut Perumda Tirta Patriot yang Tidur saat Rapat, Nasibnya Dipanggil DPRD

Pengeluaran Air Mengalahkan Biaya Listrik dan Makan

Bagi sebagian warga, biaya air bersih kini menjadi pengeluaran terbesar dalam kebutuhan rumah tangga setelah makanan. Tidak sedikit warga yang mengaku penghasilan mereka hampir habis hanya untuk membeli air.

 Itu belum termasuk air minum galonan,” ujar salah satu warga.

Kondisi ini semakin berat bagi keluarga dengan anggota rumah lebih banyak atau yang memiliki usaha rumahan seperti warung makan atau laundry kecil.

Mahalnya Air Bersih Perusahaan Air Belum Menjangkau Seluruh Wilayah

Salah satu penyebab utama mahalnya air adalah jaringan air bersih dari penyedia resmi belum menjangkau seluruh permukiman padat di Muara Angke. Akibatnya, warga tetap membeli air dari pedagang keliling sebagai pilihan utama.

Mahalnya Air Bersih Warga Harapkan Solusi Permanen

Warga berharap pemerintah kota dan perusahaan air minum dapat menemukan solusi yang lebih terjangkau:

Perluasan jaringan pipa ke permukiman padat,

Pembangunan instalasi air bersih komunal,

Subsidi air atau tarif khusus untuk kawasan pesisir,

Pengawasan harga pedagang air untuk mencegah permainan harga.

Menurut warga, persoalan air bersih bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kesehatan. Air yang mahal membuat banyak keluarga menghemat penggunaan air bersih, termasuk untuk mandi atau memasak, yang berisiko menurunkan kualitas hidup.

Masalah Lama yang Belum Terselesaikan

Permasalahan mahalnya air di Muara Angke bukan hal baru. Sudah bertahun-tahun warga harus menanggung biaya tinggi karena tidak adanya sumber air bersih memadai. Hingga kini, berbagai upaya penanganan belum memberikan perubahan signifikan.

Skintific