Greta Thunberg Diduga Dilecehkan oleh Pasukan Israel: Dipaksa Cium & Pegang Bendera
Divisi Meulaboh — Greta Thunberg jadi pusat kontroversi setelah ikut dalam Global Sumud Flotilla, sebuah misi kemanusiaan yang berupaya menerobos blokade laut Israel menuju Gaza. Klaim dari para aktivis menyebutkan bahwa selama ditahan oleh pasukan Israel, Thunberg mengalami perlakuan yang sangat merendahkan dan dipaksa melakukan hal-hal yang mencederai martabatnya. Meski demikian, pihak Israel membantah seluruh tuduhan itu. Kasus ini kini mendapat perhatian internasional karena dianggap menyangkut pelanggaran hak asasi manusia.
Greta Thunberg Apa yang Dituduhkan Para Aktivis
Berdasarkan berbagai laporan, termasuk dari aktivis Turki seperti Ersin Celik dan beberapa saksi lainnya, berikut tuduhan terhadap tindakan yang dialami Thunberg:
Thunberg dipaksa mencium bendera Israel sebagai bagian dari upaya intimidasi.
Dia juga diklaim dipaksa memegang bendera saat difoto.
Ada laporan bahwa dia diseret dengan rambutnya oleh pasukan—sesuatu yang dianggap sebagai tindakan kekerasan fisik.
Selain itu, Thunberg diduga diperlakukan dalam kondisi yang sangat buruk di sel tahanan: sel penuh kutu kasur, kurang makanan dan air bersih, dehidrasi, duduk di permukaan keras untuk waktu lama, serta keluhan gatal akibat kutu.
Baca Juga: Megawati Ucapkan Selamat HUT ke-80 TNI Perannya Efektif Jaga Kedaulatan Negara
Pernyataan Pemerintah & Sikap Swedia
Pemerintah Israel, melalui Kementerian Luar Negeri, menolak semua tuduhan tersebut sebagai “kebohongan total.” Israel menyatakan bahwa hak-hak semua tahanan dipenuhi, termasuk akses ke air, makanan, dan bantuan hukum.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Swedia menyatakan bahwa jika tuduhan ini benar, maka sangat serius. Mereka juga meminta agar Thunberg dan tahanan lainnya diperlakukan sesuai hukum internasional.
Situasi Saat Ini & Dampaknya
Thunberg termasuk di antara ratusan aktivis, tokoh masyarakat, dan pejabat dari beberapa negara yang ikut dalam flotilla tersebut. Seluruh kapal flotilla dicegat oleh angkatan laut Israel, dan banyak peserta yang ditahan.
Beberapa aktivis telah dideportasi setelah ditahan, termasuk Thunberg dalam kelompok ini.
Kasus ini memicu kecaman dari beberapa negara dan organisasi HAM, yang meminta penyelidikan independen atas klaim-klaim tersebut.
Catatan Penting
Semua tuduhan ini berdasarkan pengakuan saksi dan aktivis yang di dalam kapal flotilla, serta surat resmi dari Kedutaan Swedia yang mengutip pengakuan Thunberg dari dalam penahanan.
Namun, sampai saat ini tidak ada bukti visual yang verifikasi independen yang memastikan bahwa semua tuduhan—termasuk dipaksa mencium bendera atau cium bendera—benar-benar terjadi persis sebagaimana diklaim. Israel menyebut tuduhan tersebut sebagai propaganda atau rumor.
Kesimpulan
Tuduhan terhadap perlakuan yang dialami Greta Thunberg selama penahanan adalah sangat serius dan memicu perhatian internasional. Jika terbukti, tindakan tersebut akan berupa pelanggaran hak asasi manusia dan dapat menimbulkan implikasi hukum dan diplomatik. Namun, karena ada klaim yang ditolak dan belum ada bukti independen yang mengukuhkan semua versi cerita, penting bagi publik dan media untuk menunggu hasil penyelidikan yang menyeluruh.






